Seni Grafir (Kerajinan Media Kayu, Akrilik, Kaca, Logam)

Seni Grafir (Kerajinan Media Kayu, Akrilik, Kaca, Logam)

Seni grafir dibuat dengan cara menggores media grafir (kayu, logam, kaca dan lain-lain) sehingga membentuk lukisan atau gambar.

Pembuatan karya seni ini biasanya menggunakan alat khusus, bisa berupa mesin besar maupun alat manual (misalnya alat grafir kaca dan obat grafir kaca).

Artikel ini tidak hanya akan membahas seputar seni ukir kaca ataupun kaca grafir 3d untuk kaca jendela grafir tapi juga akan menilik media grafir lainnya.

Jika Anda lebih tertarik dengan cara mengukir kaca, Anda bisa membacanya di halaman Cara Membuat Kerajinan Kaca Grafir.

SENI GRAFIR

seni kaca grafir

Sebagian orang menyebut seni grafir sebagai seni ukir. Jenis kerajinan satu ini awalnya dilakukan pada media kayu untuk membuat ukiran yang memiliki “kedalaman” atau terlihat 3 dimensi.

Contohnya ukiran relief pada candi-candi ataupun ukiran pada kursi kayu zaman dahulu yang membentuk ornamen bunga dan sulur tanaman.

Tapi pada perkembangannya, sekarang ini kebanyakan orang lebih merujuk pada lukisan atau gambar yang dibuat dari menggores media ketika mengucapkan seni grafir.

Apalagi ketika seni grafir diaplikasikan pada media selain kayu, tidak ada lagi proses ukir menggunakan tatah seperti pada ukir kayu. Pola yang terbentuk tidak lagi 3D, tapi hanya 2D yang hanya bisa dinikmati secara visual. Perbedaan tersebut akan lebih jelas lagi setelah membaca uraian di bawah ini.

1. Grafir Kayu

seni ukir kayu jepara

Seperti sudah ditulis sebelumnya, seni grafir bisa dibilang memiliki akar dari seni pahat dan ukir kayu. Terkenal sebagai kerajinan utama di Jepara dan Bali, seni ukir kayu memotong bagian datar dari kayu untuk dibuat ukiran yang nampak 3 dimensi.

Proses pengukiran dilakukan menggunakan alat pahat, palu, serta pisau ukir.

Pembuatan kerajinan ukir membuthkan kemampuan yang sangat tinggi sehingga tidak mengherankan harganya bisa mencapai puluhan juta jika ukurannya besar dan desainnya rumit.

Hasil karya seni ukir kayu adalah seperti yang bisa Anda lihat pada foto ukiran Jepara di atas.

seni grafir kayu manual

Dengan adanya perkembangan teknologi di zaman modern ini, mulai muncul karya-karya yang disebut sebagai hasil seni grafir. Walaupun sama-sama “mengukir”, tapi metode yang digunakan sangat berbeda dengan seni ukir yang dihasilkan pengrajin Jepara dan Bali.

Saat menyebut seni grafir kayu, kebanyakan orang lebih merujuk pada gambar atau pola di atas permukaan kayu yang dibuat dengan cara membakar bagian tertentu.

Gambar di atas adalah contoh karya grafir kayu manual.

grafir kayu mesin laser

Walaupun bisa dibuat secara manual menggunakan solder untuk membakar gambar di permukaan kayu, tapi “grafir kayu” biasanya merujuk pada pembuatan gambar pola menggunakan mesin laser.

Saat ini sudah banyak usaha digital printing yang menawarkan jasa pembuatan grafir menggunakan mesin tersebut.

Dengan menggunakan alat-alat tersebut (solder ataupun mesin laser), permukaan kayu akan terbakar dan menjadi cekung sehingga membentuk pola gambar.

Akan tetapi, hasil grafir kayu seperti yang terlihat “datar” seperti gambar di atas. Tentunya sangat berbeda dengan hasil karya seni ukir Jepara yang ditampilkan sebelumnya.

Sebagian orang tidak lagi menganggap hasil grafir kayu sebagai karya seni, tapi ada banyak kegunaan produk kayu yang telah digrafir.

Beberapa kegunaan utama grafir kayu di zaman modern ini adalah untuk plakat, souvenir, merchandise khas toko tertentu, papan menu untuk kafe atau restoran, dan lain sebagainya.

2. Seni Grafir Akrilik

seni grafir akrilik

Seni grafir satu ini dilakukan pada media bahan plastik akrilik/acrylic. Plastik ini bersifat keras dan menyerupai kaca. Akrilik sendiri sering digunakan sebagai pengganti kaca dan sangat populer dewasa ini.

Pengrajin grafir akrilik menggunakan alat grafir tangan (bisa dilihat pada gambar di atas) untuk membuat goresan di permukaan akrilik. Karena grafir manual memerlukan kemampuan dan kreatifitas dari pengrajinnya, hasil karya grafir ini biasanya dianggap sebagai karya seni.

Gambar yang biasa dibuat pada karya grafir akrilik adalah gambar wajah idola ataupun pasangan kita.

Karya seni jenis ini memiliki harga beragam, mulai dari ratusan ribu untuk ukuran kecil hingga jutaan rupiah untuk yang besar.

grafir akrilik mesin laser

Seperti halnya grafir kayu, sekarang grafir akrilik juga bisa dilakukan menggunakan mesin laser. Biasanya grafir akrilik dengan mesin digunakan untuk pembuatan gantungan kunci, merchandise, papan informasi gedung, piagam, souvenir dan lain sebagainya.

Karena hasil karyanya yang seperti “dicetak”, penggunaan grafir akrilik dengan laser biasanya lebih bersifat formal. Berbeda dengan karya seni grafir akrilik manual yang sifatnya lebih personal dan istimewa karena cukup sulit pembuatannya.

3. Seni Grafir Kaca

seni ukir kaca

Apakah Anda pernah melihat kaca hias atau kaca bergambar pada jendela masjid, rumah-rumah besar dan gereja? Kaca hias tersebut biasanya dibuat menggunakan seni kaca patri, tapi tidak jarang juga memanfaatkan seni kaca grafir.

Walaupun disebut juga seni ukir kaca, tapi grafir kaca yang tidak dilakukan dengan alat ukir/grafir manual seperti grafir lainnya. Kaca grafir dibuat dengan menggunakan teknik sandblasting.

Pada teknik sandblast kaca, pasir khusus (pasir kuarsa) akan ditembakkan guna membuat goresan di permukaan kaca. Goresan tersebut jika dikreasikan secara terampil bisa membentuk pola-pola gambar yang cantik. Inilah yang disebut dengan seni grafir kaca.

Selain menggunakan pasir kuarsa, kaca grafir juga biasa dibuat menggunakan teknik airbrush. Tidak seperti sandblasting, airbrush akan menyemprotkan cat warna ke permukaan kaca.

Dengan mengontrol warna yang digunakan dan cat yang disemprotkan, senima yang sudah ahli bisa membuat berbagai macam bentuk sekehendak hatinya. Misalnya gambar naga, burung cedrawasih, desain ornamental, dan beragam model kaca grafir lainnya.

Berbeda dengan grafir pada media lain yang bisa dibuat menggunakan mesin, grafir kaca sepenuhnya mengandalkan kemampuan pengrajin kaca hias. Maka dari itu harga kaca grafir per meteruntuk proyek-proyek seperti kaca grafir masjid pun bisa dibilang lebih mahal dari karya grafir media lainnya.

Khusus kaca hias untuk jendela dan pintu, masih terdapat teknik-teknik lain yang bisa digunakan untuk membuat karya seni kaca tersebut. Contohnya adalah teknik patri, teknik bevel kaca, teknik inlay, dan teknik lukis.

Anda bisa mencari tahu cara pembuatan kaca hias menggunakan teknik-teknik tersebut di halaman Cara Membuat Kaca Hias.

4. Grafir Logam

seni grafir logam

Satu lagi media yang biasa digunakan untuk seni grafir adalah logam.

Uniknya, pengrajin grafir logam biasanya lebih sering ditemui di berbagai tempat wisata. Pasar seni, kebun binatang, dan pantai adalah beberapa tempat di mana pelaku grafir logam biasa terlihat. Kalau Anda pernah bermain ke Jogja, biasanya Malioboro menjadi tempat mereka menjajakan keterampilannya.

Seni grafir logam menggunakan alat grafir tangan yang bentuknya menyerupai solder atau pena berukuran besar, seperti terlihat pada gambar di atas. Benda yang biasanya digrafir adalah kalung, liontin logam, gelang, dan perhiasan logam lainnya.

Grafir logam biasanya juga digunakan pada industri pembuatan cincin. Seringkali orang yang memesan cincin kawin menginginkan adanya ukiran nama di cincinnya.

grafir mesin laser untuk peralatan logam

Jika grafir logam manual digunakan untuk perhiasan, grafir logam menggunakan mesin laser dapat digunakan dengan lebih luas karena praktis dan cepat. Kelebihan tersebut membuat grafir logam dengan laser banyak dipakai untuk barang-barang industri ataupun bisnis.

Contoh pemanfaatan grafir logam tersebut adalah pengukiran nama pada peralatan logam, pemberian merk pada sparepart motor dan beragam peralatan olahraga, ataupun penandaan nomor seri dan merk untuk alat-alat kesehatan dari logam.

Selain bidang-bidang tersebut, grafir logam sendiri masih memiliki banyak sekali penggunaan lainnya.

KESIMPULAN SINGKAT

Itulah tadi seni grafir pada beragam media. Walaupun sekilas grafir dengan mesin sangat populer dewasa ini, tapi fungsi dan peran yang dimiliki tetaplah berbeda.

Teknik grafir manual biasanya memanfaatkan kreativitas pengrajin untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai seni dan estetika.

Pembeli membayar mahal untuk kemampuan dan kreativitas sang pengrajin, seperti halnya pada seni kaca hias dan seni grafir akrilik. Sentuhan personal dan artistik dari sang pengrajin tidak bisa digantikan oleh mesin.

Sebaliknya, produksi barang grafir dengan mesin laser lebih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik itu untuk keperluan formal maupun tujuan komersial.

Contohnya adalah merchandise seperti gantungan kunci, plakat, piagam acara, dan lain sebagainya.

Untuk artikel berikutnya, kami akan menulis mengenai beragam kerajinan seni kaca. Bahasan ini menarik karena terdapat berbagai macam seni kaca yang ada, baik itu di Indonesia maupun di luar negeri.

Anda dapat mengikuti pembahasan tersebut melalui tautan berikut: SENI KACA.

Leave a Comment