Seni Lukis Kaca (Pengertian, Sejarah Kerajinan di Cirebon & Keunikannya)

Seni Lukis Kaca (Pengertian, Sejarah Kerajinan di Cirebon & Keunikannya)

Seni lukis kaca dianggap sebagai salah satu cabang seni lukis yang sempat populer di Indonesia.

Banyak orang beranggapan seni lukis kaca berasal dari daerah Cirebon. Mulai dari lukisan kaca sederhana sampai lukisan kaca berukuran raksasa telah tercipta di sana.

Seni lukis kaca Cirebon dibuat dengan cara terbalik menggunakan media lembaran kaca. Jenis lukisan kaca Cirebon sendiri terkenal bernuansa Islami, disebabkan awal perkembangannya yang kental dengan pengaruh Wali Songo.

Berbeda dengan kaca patri yang digunakan sebagai kaca jendela hias, lukisan kaca Cirebon lebih memiliki peran spiritual bagi pemiliknya. Lukisan kaca Cirebon biasanya berhiaskan kaligrafi ayat Al-Quran, memiliki makna mengingatkan pemiliknya pada ajaran agama Islam.

Di artikel ini, kami akan menulis tentang seni lukis kaca dari sudut teoritis yaitu tentang pengertian lukisan kaca dan sejarahnya.

Jika Anda mencari cara membuat kerajinan lukis kaca, alat dan bahan lukisan kaca ataupun contoh lukisan kaca, Anda bisa melihatnya pada artikel kami lainnya melalui tautan berikut: Cara Membuat Kaca Hias.

PENGERTIAN LUKISAN KACA

seni lukis kaca cirebon

Lukisan kaca adalah hasil karya seni lukis yang dibuat pada media permukaan kaca.

Sekilas pengertian lukisan kaca tersebut terdengar sederhana dan tidak terlalu berbeda dengan lukisan biasanya. Tapi perlu diingat bahwa ketika seni lukis kaca awalnya berkembang tanpa adanya bahan cat yang dapat menempel dengan baik, seperti halnya cat minyak sekarang.

Perbedaan media lukis menyebabkan bahan alami yang diolah menjadi cat pun berbeda dengan media kanvas, begitu pula dengan daya tahan dan warnanya.

Perbedaan media lukis tidak hanya berpengaruh pada bahannya, terdapat pula perbedaan teknik pembuatan di daerah yang menekuni seni ini.

Sebagai contoh pengrajin lukisan kaca di daerah Solo melukis pada bagian depan kaca (seperti melukis pada kanvas biasanya). Sementara pelukis kaca Cirebon melukis pada bagian belakang kaca (melukis terbalik).

pengertian lukisan kaca

Teknik melukis terbalik membuat pengerjaan lukisan harus dilakukan secara terbalik. Kanan menjadi kiri dan kiri menjadi kanan. Urutan obyek juga harus diperhatikan dengan seksama. Obyek utama dibuat terlebih dahulu, diwarnai setiap bagiannya, baru kemudian ditimpa dengan pewarnaan latar belakang.

SEJARAH LUKISAN KACA DAN SENI LUKIS KACA CIREBON

seni lukis kaca

Sejarah lukisan kaca dimulai pada abad ke-14 ketika ditemukannya lempengan kaca. Pada saat yang kurang lebih bersamaan, di wilayah Italia pun ditemukan cara pembuatan cat. Seni lukis pun dieksplorasi dan dari sinilah seni lukis kaca lahir ke dunia.

Pada abad ke-17, kaca menyebar ke benua Asia lewat Iran, India, China, Jepang dan kemudian Indonesia. Kerajinan lukisan kaca diperkirakan pertama kali memasuki Indonesia melalui pedagang China yang berniaga ke daerah Cirebon.

Cirebon memiliki nilai khusus karena merupakan wilayah yang memiliki pelabuhan di bagian Utara Jawa. Pedagang dari Arab dan China banyak singgah di sana sehingga tempat tersebut memiliki terpaan terhadap budaya luar yang tinggi.

Seni lukisan kaca diperkirakan masuk ke Cirebon saat masa pemerintahan Panembahan Ratu.

Terdapat perbedaan pendapat soal kapan seni lukis kaca masuk ke Indonesia. Walaupun ada yang meyakini lukisan kaca Cirebon telah ada sejak abad ke-17, tapi tidak ada bukti tertulis yang membenarkan hal tersebut.

Pelukis kaca Cirebon pada zaman dahulu enggan menorehkan nama dan tahun pembuatan lukisannya. Hal ini membuat peneliti kesulitan untuk mengetahui tahun pasti asal lukisan kaca Cirebon.

peneliti sejarah lukisan kaca

Seorang peneliti asal Prancis, Jerome Samuel, menuturkan hasil penelitiannya pada tahun 2017 kemarin. Lukisan kaca sebagai seni dekoratif menjadi populer di kalangan masyarakat Jawa pada abad ke-18 dan ke-19.

Salah satu bukti pasti keberadaan kaca di Indonesia adalah dari catatan transaksi VOC. Bukti tersebut berupa adanya catatan impor barang kaca dari Eropa yang tertera pada laporan tahunan VOC di Batavia. Benda-benda kaca tersebut digunakan sebagai hadiah khusus untuk raja dan sultan di Indonesia.

Sementara bukti lainnya berasal dari catatan perjalanan seorang penjelajah Jerman tentang hobi melukis kaca yang dimiliki Sultan Sumenep pada tahun 1850an.

pengertian seni lukis kaca

Terlepas dari tahun berapakah seni lukis kaca memasuki Indonesia, seni lukis kaca di Cirebon utamanya digunakan sebagai media dakwah Islam. Warga Cirebon menganggap hal ini disebabkan karena budaya seni ini menangkap pengaruh Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam.

Salah satu ciri lukisan kaca Cirebon adalah tidak memiliki gambar makhluk hidup (hewan dan manusia), karena ajaran Islam melarang menggunakannya dalam gambar/lukisan.

Corak atau motif utama lukisan Cirebon biasanya berupa masjid, Ka’bah, ataupun kaligrafi ayat Al-Quran dan Hadist. Hal ini serupa dengan model kaca patri yang digunakan pada masjid.

kerajinan lukisan kaca

Pada perkembangannya, mulai abad ke-19 obyek lukisan kaca Cirebon bertambah.

Para pengrajin lukisan kaca Cirebon bereksplorasi dengan menggunakan kereta kencana seperti kereta singa barong dan paksi naga liman, buraq, serta pola mega mendung (batikan) sebagai obyek lukisan mereka. Obyek-obyek tersebut biasanya ditampilkan di atas latar belakang berwarna yang polos.

Lukisan kaca Cirebon pada zaman dahulu seringkali dibuat sebagai ajaran etika sosial. Simbol pewayangan digunakan untuk menyampaikan ajaran moral Jawa yang kemudian dipadukan dengan ajaran Islam.

Tujuan karya seni sebagai media dakwah sudah nampak di Cirebon bahkan sebelum seni lukis kaca ada, dengan disampaikan dalam bentuk ukiran kayu ataupun torehan pada kain dan kulit.

Salah satu bukti yang menunjukkan nilai sosial-religius tersebut adalah terdapatnya 42 kaligrafi peninggalan para Wali. Masing-masing lukisan kaca kaligrafi tersebut masing-masing dengan makna yang berbeda.

Contohnya lukisan kaligrafi Macan Ali di bawah ini.

keunikan seni lukis kaca

Lukisan ini tergolong unik tidak hanya karena penciptanya, tapi juga karena asal usul dan gambar lukisannya.

Kerajaan Padjajaran dulunya dipercaya memiliki binatang pelindung berupa harimau gaib yang diberi nama Macan Ali oleh Kesultanan Cirebon.

Lambang kebesaran Keraton Cirebon tersebut kemudian diabadikan dalam bentuk lukisan kaligrafi bertuliskan kalimat syahadat dengan bentuk menyerupai macan. Lukisan kaca ini memiliki tujuan supaya selalu mengingatkan pemiliknya kepada Allah SWT.

KEUNIKAN SENI LUKIS KACA

Walaupun pernah sangat populer di Jawa, seni lukis kaca saat ini hanya bertahan di sebagian wilayah saja. Salah satu daerah itu adalah di Cirebon.

Ikatan budaya dan nilai agama yang kuat ini membuat seni lukis kaca masih menjadi salah satu budaya khas Cirebon. Bahkan hingga saat ini hasil kerajinan ini dianggap sebagai salah satu cinderamata khas Cirebon.

Berbeda dengan lukisan lainnya, seni lukis kaca Cirebon menggunakan teknik melukis terbalik. Sekilas mungkin terdengar sepele, tapi sebenarnya melukis terbalik tidak semudah yang dipikirkan banyak orang.

Salah satu tantangannya adalah pengelihatan manusia sebenarnya tidak selalu simetris. Saat bagian kanan dan kiri sebuah lukisan dibalik, belum tentu hasilnya akan sama dengan sebelumnya.

Anda bisa mencobanya dengan melihat kaca lukis untuk jendela . Bisa jadi saat kita lihat dari sisi belakang lukisan sudah terlihat bagus, tapi begitu dilihat dari sisi lainnya ternyata ada garis yang mencong, bengkok atau terdistorsi. Seringkali juga proporsi gambar ternyata tidak tepat, sehingga membuat komposisi lukisan menjadi kacau.

Tingkat kesulitan pembuatannya akan bertambah mengingat lukisan kaca harus jadi dalam sekali toreh. Hasil lukisan tidak bisa diperbaiki, jika ada kesalahan maka lukisan harus dibuat ulang dari awal. Hal inilah yang membuat harga kaca hias lukis cukup tinggi.

Selain teknik penggarapan, di era modern ini penggunaan berbagai bahan dan alat juga bisa menjadi keunikan seni lukis kaca. Pelukis kaca Indonesia sudah mulai bereksperimen dengan menggunakan macam-macam bahan yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Misalnya menggunakan glitter untuk melukiskan kemilau perhiasan, cat outliner 3D untuk memberi efek timbul yang tegas pada batu, bahkan ada pula lukisan kaca yang menggunakan batu permata untuk memberikan efek kemilau pada lukisan dewa dewi.

KESIMPULAN SINGKAT

Itu tadi sedikit penjelasan mengenai seni lukis kaca dan sejarahnya di Indonesia. Seni lukis ini dianggap memiliki keunikan yang berakar dari media yang digunakannya.

Selain kaca, masih ada media-media lain yang juga digunakan pelukis-pelukis di Indonesia. Artikel kami selanjutnya akan membahas mengenai MACAM MACAM MEDIA LUKIS.

Pembaca juga mencari:

  • gambar lukis kaca
  • lukisan kaca dibalik

Leave a Comment