Teknik Melukis pada Tembok Mengecat Dinding

Teknik Melukis pada Tembok Mengecat Dinding

“Mengecat dinding tidak harus begitu-begitu saja. Berikut ini 11 teknik melukis pada tembok untuk menambahkan tekstur supaya terlihat lebih menarik.”

Klik daftar isi di bawah ini untuk langsung membaca bagian yang dicari:

  1. Teknik Sponging
  2. Teknik Lukis dengan Kuas
  3. Teknik Glazing
  4. Teknik Rag Rolling
  5. Teknik Stippling
  6. Teknik Spray / Airbrush
  7. Teknik Stencil
  8. Teknik Stripping
  9. Teknik Strie
  10. Teknik Color Washing
  11. Teknik Ombre
  12. Referensi Lebih Lanjut

1. Teknik Sponging

teknik melukis pada dinding sponging

Sponging adalah teknik mengecat tembok memakai spons atau kuas roller untuk memberikan tekstur dinamis ke dinding yang polos. Teknik ini mudah dilakukan, tidak membutuhkan kemampuan artistik apapun dan tidak memakan waktu lama.

Teknik sponging tidak cocok digunakan untuk membuat detail kecil, tapi sangat bagus untuk menutupi area luas dan menambahkan tekstur. Memakai spons bisa menjadi salah satu cara melukis mural karena teknik ini menutup permukaan berpori seperti bata dan beton dengan mudah.

Alat dan bahan yang dibutuhkan hanyalah spons cuci, cat akrilik dan air.

Cara menggunakan spons untuk melukis pada tembok adalah sebagai berikut:

  • Cat dinding seperti biasa sesuai dengan warna dasar yang Anda inginkan,
  • Tunggu lapisan dasar kering,
  • Basahi spons dan peras untuk mengurangi kelebihan air,
  • Tempelkan permukaan spons ke dalam cat,
  • Tepuk-tepuk spons ke tembok secara acak untuk membuat pola yang alami,
  • Ulangi proses menepuk spons sampai seluruh dinding memiliki tekstur.

Teknik sponging ini bisa dilakukan dengan warna cat yang sama ataupun berbeda dari lapisan dasar. Warna yang sama memberi kesan tekstur samar sehingga dinding terlihat variatif tapi tetap kalem, sementara warna yang berbeda akan membuat tekstur lebih mencolok dan menarik. Tekstur juga bisa diaplikasikan secara rapat ataupun jarang-jarang, sesuai keinginan Anda saat mengecat.


2. Teknik Lukis dengan Kuas

teknik mengecat tembok dengan kuas

Teknik ini menggunakan kombinasi kuas lukis dan kuas cat biasa untuk melukis pada tembok. Kuas cat digunakan untuk mengisi area yang luas, sementara kuas lukis untuk membuat gambar detail dan garis tipis.

Kelebihan metode ini adalah bisa dilakukan banyak orang sekaligus. Cukup sediakan beberapa kuas dan kaleng cat, maka beberapa orang bisa mengecat tembok bersama-sama. Jika membuat mural, masing-masing orang bisa bertugas mengerjakan bagian yang berbeda agar keseluruhan gambar cepat selesai.


3. Teknik Glazing (Glazur / Glasir)

teknik mengecat dinding glazier glazur

Teknik glazing untuk melukis tembok adalah menambahkan lapisan warna tipis pada tembok.

Lapisan glazur berasal dari cat warna yang diencerkan. Lapisan ini akan memberi dimensi tambahan pada warna tembok ataupun lukisan mural. Selain itu, lapisan ini akan menutup pori-pori sehingga hasilnya akan lebih tahan lama.

Warna cerah ataupun gelap bisa dipilih untuk proses glazing. Warna yang lebih kontras akan menghasilkan tampilan yang lebih bertekstur, sementara jika Anda lebih suka tekstur yang tidak mengalihkan perhatian maka pilihlah warna yang serupa dengan lapisan dasar.

Teknik melukis pada tembok dengan glazing adalah sebagai berikut:

  • Pilih warna cat untuk bahan glazing. Perlu diingat warnanya akan menjadi lebih pucat dan agak transparan sehingga lapisan warna dasar sedikit “terlihat”. Jika Anda menginginkan warna yang kontras, maka pilih varian yang agak gelap dari warna akhir yang diinginkan.
  • Encerkan cat dengan cara mencampur cat dengan air / cairan thinner, misalnya 1 bagian cat : 2 bagian pengencer. Campuran tersebut akan cepat mengering saat diaplikasikan, jadi buat dalam jumlah sedikit terlebih dahulu untuk mencobanya. 
  • Aplikasikan cat glasir ke lapisan dasar tembok.
  • Tunggu beberapa saat, lalu lihat apakah warnanya seperti yang diinginkan. Jika belum, ubah komposisi saat mengencerkan cat.

Untuk tekstur tambahan, cat glazur bisa digabungkan dengan teknik sponging, rag rolling atau teknik lainnya.


4. Teknik Rag Rolling

teknik melukis pada tembok rag rolling

Teknik rag rolling mirip dengan sponging, tapi menggunakan kain sebagai pengganti spons. 

Tekstur yang dihasilkan dengan cara ini lebih samar sehingga bisa menjadi daya tarik ruangan yang lembut.

Rag rolling tidak membutuhkan alat macam-macam untuk melukis pada tembok. Cukup kain yang ada di rumah Anda dan cat saja.

Cara melukis pada tembok menggunakan teknik rag rolling:

  • Siapkan beberapa lembar kain yang tidak terpakai,
  • Remas-remas kain secara acak sehingga memiliki lipatan dan kerutan,
  • Cat permukaan dinding dengan cara biasa memakai kuas,
  • Sebelum cat kering, tepukkan kain ke dinding untuk mengurangi sebagian cat yang menempel,
  • Ulangi secara acak.

Teknik rag rolling ini biasanya digunakan pada ruangan yang lebih kecil seperti kamar mandi. Tekstur samar yang dihasilkan bisa membantu ruangan terlihat lebih luas dan tidak sumpek. Untuk dinding yang lebih luas, menepuk cat bisa dilakukan 2 orang secara bersamaan supaya lebih cepat selesai.


5. Teknik Stippling

Teknik stippling juga serupa dengan sponging dan rag rolling, hanya saja menggunakan kuas untuk ditepuk pada dinding. Tekstur yang dihasilkan berupa kumpulan titik-titik kecil.

Awalnya teknik ini berasal dari teknik pointilis yang menggambar titik-titik kecil memakai pena. Supaya lebih mudah diaplikasikan ke mural yang luas permukaannya, maka dipakailah kuas cat. 

Berikut ini langkah-langkah dari teknik melukis pada tembok menggunakan metode strippling:

  • Siapkan kuas untuk cat. Bisa menggunakan kuas biasa ataupun kuas yang kaku seperti sikat kamar mandi.
  • Cat dinding seperti biasa,
  • Selagi cat masih basah, tepuk ujung kuas cat ke permukaan tembok untuk menghapus sedikit catnya,
  • Bisa juga sebaliknya, celup kuas ke cat warna lain dan tepukkan ke dinding untuk memberi warna yang baru,
  • Ulangi proses sampai dinding memiliki banyak tekstur titik-titik kecil. 

Pada lukisan mural, teknik ini cocok untuk digunakan karena membuat detail pada mural seringkali memakan waktu. Teknik stippling bisa menampilkan kesan daun dan rumput tanpa memerlukan banyak detail. Apalagi warna bisa diaplikasikan tanpa perlu gradasi (blending) sehingga mempercepat proses melukis mural.

Untuk rumah dan interior, teknik ini umumnya digunakan pada dinding dan langit-langit. Tembok rumah bisa dicat dengan stippling untuk memberi efek antik.

Stippling untuk ruang indoor lebih sering digunakan untuk tekstur lembut atau samar. Misalnya menggunakan 1 warna yang sama atau 2 warna yang mirip. Hal ini supaya tidak membuat orang yang melihatnya bingung karena terlalu “ramai”.

Jika ingin dinding terlihat lebih menarik, maka pakailah cat dengan warna netral untuk dasar lalu gunakan teknik stippling memakai warna lainnya. Warna yang dipakai bisa beragam sesuai selera, tapi disarankan menggunakan kombinasi warna yang harmonis.

Cat glazing juga bisa dipakai untuk lebih menampakkan tekstur yang dibuat dengan teknik stippling.


6. Teknik Spray / Airbrush (Semprot)

teknik mengecat tembok spray airbrush semprot

Teknik spray adalah teknik melukis pada tembok menggunakan airbrush maupun cat semprot. Teknik ini tergolong cukup modern, serta sering digunakan dalam pembuatan mural dan grafiti.

Kelebihan utama airbrush adalah warnanya yang konsisten dan merata, serta cara memakainya tidak sulit sehingga tidak membutuhkan kemampuan artistik yang tinggi. Untuk orang yang lebih terlatih bisa memakainya untuk gradasi warna supaya lukisan mural terlihat lebih realis.

Sementara kelemahan teknik spray untuk mengecat tembok adalah lebih boros karena umumnya memerlukan cat yang lebih banyak daripada menggunakan kuas biasa.


7. Teknik Stencil (Stensil)

teknik mengecat dinding stencil stensil

Teknik stencil merupakan teknik melukis tembok yang menggunakan cetakan. Lapisan cetakan tersebut bisa dibuat memakai karton, metal, plastik atau media apapun yang bisa menghalangi cat.

Stensil cukup populer untuk melukis mural karena metode ini sangat mudah dilakukan dan tidak butuh banyak material. Apalagi ada banyak sekali desain dan pola stensil tersedia sehingga Anda tidak akan kesulitan mencari bentuk yang sesuai selera. Mulai dari bentuk wajah, gambar hewan, hingga tulisan dan logo, semuanya bisa dibuat pola stensilnya.

Untuk dinding rumah, stensil bisa menjadi pengganti yang lebih hemat daripada wallpaper atau decal. Teknik ini seringkali dianggap sebagai salah satu metode paling mudah, cepat dan murah untuk memberikan kesan unik pada tempat Anda tanpa mengeluarkan banyak biaya. 

Cara melukis tembok menggunakan teknik stencil:

  • Siapkan lapisan stensil. Anda bisa membeli cetakan stensil siap pakai, ataupun membuatnya sendiri. Cukup cetak gambar 2 warna (hitam putih / siluet) dan lubangi bagian warna hitam.
  • Tempelkan stensil ke bagian tembok yang ingin dicat. Anda bisa menggunakan selotip kertas supaya tidak merusak cat pada dinding.
  • Cat bagian berlubang di stensil menggunakan kuas ataupun airbrush. Berhati-hatilah agar cat tidak menumpuk ataupun meluber (bleed) keluar dari area pola.
  • Jika ingin menambahkan detail dan outline, lakukan setelah cat mengering dengan menggunakan kuas lukis. Langkah ini biasanya dilakukan pada proses pembuatan mural.

Umumnya stencil dicat menggunakan warna yang lebih muda daripada warna tembok. Tapi hal ini sebenarnya terserah kepada selera Anda.


8. Teknik Striping (Garis)

teknik melukis pada tembok striping

Stripes atau pola garis sudah menjadi salah satu jenis dekorasi utama untuk interior rumah dan kantor. Ada beragam cara untuk memberi variasi pola garis, misalnya arah horizontal atau vertikal, garis tebal atau garis tipis, serta memakai warna yang samar ataupun kontras.

Jika ingin memberikan kesan kuat dan fresh pada dinding, maka Anda bisa melukis garis tebal dengan warna yang kontras dibanding tembok dasarnya. Sebaliknya jika ingin tampilan yang lebih elegan, maka buatlah garis tipis dengan warna netral atau mendekati warna dasarnya. Garis vertikal memberi kesan langit-langit yang lebih tinggi, sementara garis horizontal membuat ruangan terasa lebih luas.

Teknik striping untuk melukis dinding bisa dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya dengan langsung saja mengecat dengan kuas, ataupun memakai selotip kertas untuk menutupi dulu bagian tertentu sebelum dicat.


9. Teknik Strie

teknik melukis pada dinding strie

Jika Anda tertarik dengan dinding bergaris, ada teknik lain yang bisa dicoba.

Kata strié berasal dari bahasa Perancis yang berarti “goresan”. Teknik strie adalah sebuah teknik melukis pada tembok dimana kuas ditempelkan ke cat yang masih basah lalu ditarik ke membuat motif garis.

Hasil teknik ini berupa garis-garis yang lebih halus dan kecil dari teknik striping sehingga nampak seperti linen. Teknik strie bisa dipakai untuk membuat garis vertikal maupun horizontal yang akan berpadu dengan gaya apapun.

Cara melukis tembok dengan teknik strie:

  • Cat dinding seperti biasa sesuai dengan warna dasar yang Anda inginkan,
  • Tunggu lapisan dasar kering,
  • Siapkan bahan glazing ataupun cat yang encer,
  • Aplikasikan glazing ke salah satu bagian dulu dengan cara mengecat seperti biasa,
  • Sebelum lapisan tersebut mengering, tempelkan kuas cat ataupun sikat dan tarik dari atas ke bawah untuk membuat motif garis vertikal (atau dari sisi ke sisi untuk garis horizontal),
  • Ulangi untuk bagian tembok yang tersisa.

10. Teknik Color Washing

teknik mengecat tembok color washing

Teknik color washing adalah teknik melukis pada tembok untuk menciptakan efek warna pudar yang tidak merata (washed). Tekstur yang dihasilkan terlihat menarik karena sifatnya acak dan tidak merata, baik untuk ketebalan, posisi ataupun arah catnya.

Color washing bisa dilakukan dengan 1 warna menggunakan cat maupun glazing, atau dengan pencampuran beberapa warna. Umumnya teknik ini bekerja dengan baik saat menggunakan 2 warna yang berdekatan. Misalnya abu tua dan abu muda. Jika warna yang digunakan terlalu kontras ataupun tidak serasi, maka tembok akan terlihat acak-acakan.

Cara melukis tembok dengan teknik color washing:

  • Cat dinding seperti biasa sesuai dengan warna dasar yang Anda inginkan,
  • Tunggu lapisan dasar kering,
  • Siapkan cat warna lainnya ataupun bahan glazing yang ingin dipakai,
  • Aplikasikan cat ke dinding dengan gerakan X (crosshatch). Ini langkah paling penting dalam teknik color washing. Jangan mengecat dengan gerakan atas-bawah atau kanan-kiri biasa. Lakukan secara silang karena gerakan X ini menciptakan tekstur acak.
  • Tidak perlu terlalu rapi dalam mengaplikasikan cat. Biarkan goresan kuas dan bagian warna yang tipis terlihat agar hasil akhir lebih natural.
  • Ulangi proses mengecat untuk seluruh bagian dinding.

Anda bisa mencobanya dengan mudah karena bahan dan alat yang dibutuhkan tidak berbeda dari proses mengecat biasanya. Apalagi teknik ini tergolong sangat murah dibandingkan sebagian teknik melukis pada tembok lainnya. 


11. Teknik Ombre

teknik mengecat dinding ombre

Teknik ombre adalah teknik melukis pada tembok untuk membuat efek warna yang melebur ke warna lainnya (gradasi). Hasilnya adalah tembok dengan efek dreamy dan lembut.

Untuk melakukan teknik ombre setidaknya dibutuhkan 2 warna, misalnya warna dasar dan warna yang diinginkan. Sebagian cat akan digunakan untuk mencampur kedua warna tersebut sehingga menghasilkan warna ketiga yang berada di antaranya.

Cara melukis dinding dengan teknik color ombre:

  • Siapkan 2 cat dengan warna yang berbeda. Jika ingin lebih mudah mendapat hasil yang bagus, gunakan warna yang mirip seperti biru tua dan biru muda,
  • Ambil sebagian cat dan campur di wadah lain untuk membuat warna baru,
  • Ukur dinding dan bagi menjadi 3 bagian,
  • Cat bagian paling atas dengan warna pertama,
  • Cat bagian paling bawah dengan warna kedua,
  • Cat bagian tengah dengan warna campuran. Warna baru ini digunakan untuk “menjembatani” warna pertama dan kedua,
  • Perhalus efek transisi/gradasi warna dengan cara mengusap-usap bagian pemisah memakai kuas.

Menggunakan airbrush untuk teknik ini juga bisa dilakukan untuk membuat gradasi warna dengan lebih mudah.


Referensi Lebih Lanjut

Association for Preservation Technology International (APT). “Paint Color Research and House Painting Practices”. Newsletter of the Association for Preservation Technology Vol. 1, No. 2 (Aug., 1969), pp. 5-20. https://www.jstor.org/stable/1493344. Diakses tanggal 29 April 2022.

Brajer, Isabelle. “To retouch or not to retouch? – Reflections on the aesthetic completion of wall paintings”. https://journals.openedition.org/ceroart/4619. Diakses tanggal 29 April 2022 .

Pembaca juga mencari:

  • akrilik pada cat tembok
  • cara bikin garis garis dinding
  • cara melukis air di tembok

Leave a Comment