Cara Membuat Kaligrafi Kaca

Cara Membuat Kaligrafi Kaca

Berbeda dengan kaca hias untuk ruang tamu, kaligrafi kaca masjid tentunya tidak boleh dibuat sembarangan karena akan digunakan untuk menghias rumah Allah. Perlu perhatian khusus dalam cara membuat kaligrafi kaca, terutama saat memilih motif kaca masjid. Desain yang digunakan haruslah indah dan bermakna, misalnya Asmaul Husna atau ayat-ayat dari Al-Quran.

Ada beberapa cara membuat kaligrafi kaca cermin yang bisa digunakan. Tentunya harga kaligrafi kaca yang dihasilkan akan berbeda tergantung teknik pembuatannya.

Salah satu teknik yang sering digunakan adalah teknik kaca patri. Pengrajin akan membuat kaligrafi dari pecahan kaca dan diberi rangka timah/kuningan. Cara tersebut akan dibahas lebih lanjut di artikel ini.

Selain teknik patri, ada juga pengrajin yang menggunakan teknik lukis sebagai cara membuat kaligrafi masjid. Jika Anda lebih penasaran dengan pembuatan kaligrafi dengan cara melukis kaca jendela, Anda bisa membacanya di artikel Proses Pembuatan Seni Lukis Kaca.

CARA MEMBUAT KALIGRAFI KACA

kaligrafi kaca masjid

Untuk Anda yang beragama Islam, pasti pernah pergi ke masjid dan melihat adanya pintu atau jendela kaca dengan motif-motif yang indah. Di Indonesia, kaca hias seperti kaca patri dan kaca inlay memang populer digunakan sebagai kaca masjid karena keindahannya. Sudah banyak masjid besar maupun kecil yang memilih mempercantik rumah Allah menggunakan hasil karya kerajinan seni kaca tersebut.

Salah satu workshop pengrajin kaca kami sudah menangani penjual kaca hias sejak tahun 1994. Selama perjalanan bertahun-tahun tersebut, kami sudah berkali-kali menangani pembuatan kaligrafi kaca masjid.

Cara membuat kaligrafi kaca (terutama untuk kaca jendela dan pintu masjid) memiliki tahap-tahapan yang kurang lebih sama, tidak peduli apapun proyeknya.

Berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang tahapan cara membuat kaligrafi kaca:

1. Memilih Desain

cara dasar membuat kaligrafi

Tahap pertama dari cara membuat kaligrafi kaca adalah pemilihan desain kaca masjid.

Tahap ini adalah tahap yang penting dan harus mendapat perhatian khusus karena sangat berbeda dengan pembuatan kaca hias biasanya.

Memilih motif kaca masjid tidak boleh disamakan dengan model kaca patri untuk jendela biasanya. Agama Islam memiliki aturan khusus tentang karya seni.

Salah satu aturan yang utama adalah tidak diperbolehkan menggunakan gambar makhluk hidup seperti hewan dan manusia. Misalnya seperti subjek yang biasanya muncul di lukisan aliran Impresionisme, Naturalisme dan Realisme. Hal ini disebabkan gambar makhluk hidup dipercaya membuat malaikat enggan masuk ke tempat yang memajangnya.

Agama Islam juga tidak memperbolehkan menggambarkan nabi-nabi atau rasulnya. Tentu saja bertolak belakang dengan kaca patri gereja yang motif utamanya adalah adegan-adegan religius dari Alkitab.

Lalu motif seperti apa yang bisa digunakan sebagai kaca masjid?

contoh kaca masjid

Motif utama yang sering dipakai kaca masjid adalah kaligrafi, baik itu kaligrafi nama Allah, nama Nabi Muhammad, maupun ayat-ayat suci Al-Quran. Tidak hanya memperindah ruangan, tapi dipercaya bahwa memajang karya seni yang menuliskan ayat Al-Quran juga bernilai ibadah.

Motif dari gambar tanaman seperti rerumputan atau sulur-sulur tanaman yang dikomposisikan dengan cantik juga bisa digunakan. Tumbuhan adalah satu-satunya makhuk hidup yang boleh digambar dan digunakan secara bebas dalam Islam.

Selain kaligrafi dan gambar tanaman, ada juga masjid yang lebih memilih bentuk-bentuk geometris yang kental dengan kesan Islam.

Bentuk geometris tersebut biasa terlihat di bangunan-bangunan kuno Timur Tengah. Corak itu malah sangat sesuai digunakan dalam masjid-masjid modern di Indonesia, sekaligus meningkatkan nilai seni dan keindahan masjid.

Selain motif-motif tersebut, agama Islam memperbolehkan corak-corak warna seperti lukisan abstrak atau bentuk geometris seperti aliran Kubisme.

2. Membuat Sketsa Kaca

cara membuat kaligrafi kaca

Apapun motif yang dipilih, pengrajin biasanya melanjutkan dengan pembuatan sketsa kasar. Penggunaan sketsa kasar ini memiliki banyak manfaat.

Contohnya jika ingin membuat motif kaligrafi, maka bisa dicoba dulu mencoret-coret desainnya di selembar kertas. Seperti apa gaya kaligrafi yang ingin digunakan, bagaimana huruf-hurufnya akan melengkung, bagaimana penataannya hurufnya, bagaimana komposisinya dengan ornamen penghias lainnya.

Hal-hal seperti itu bisa dipertimbangkan dengan membuat sketsa kasar.

proses pembuatan seni lukis kaca

Pembuatan sketsa kasar biasanya tidak membutuhkan banyak waktu. Setelah ada desain yang dianggap paling sesuai, desain tersebut akan dibuat ulang menjadi sketsa skala 1:1. Jadi ukuran kertas dan sketsanya akan sama persis dengan ukuran kaca yang diinginkan nantinya.

3. Mempersiapkan Bahan

cara membuat kaligrafi dari kaca

Dengan adanya sketsa dari desain yang telah ditentukan, pengrajin bisa mempersiapkan bahan-bahan pembuatan kaligrafi kaca.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan pada tahap ini, contohnya dengan mulai membeli lembaran kaca sesuai warna yang dibutuhkan.

Pengrajin akan memotong lembaran kaca berdasarkan bentuk dan ukuran dari sketsa tadi. Inilah salah satu kegunaan adanya sketsa berskala 1:1, yaitu bisa digunakan sebagai pembanding saat kaca diproses.

Selain dipotong, tepian kaca juga bisa dikikir menggunakan gerinda sehingga tepinya miring. Hal ini akan dilakukan jika memang kaca hias yang diinginkan nantinya memerlukan kaca bevel.

Jika ingin ada bagian yang berwarna buram pada lembaran kaca hias, berarti pengrajin perlu memrosesnya dengan teknik grafir kaca terlebih dahulu. Bagian lembaran kaca tersebut akan ditembak menggunakan pasir kuarsa sehingga permukaannya tergores dan warnanya buram. Proses ini disebut sandblasting kaca.

4. Menyusun Bahan

cara membuat kaligrafi kaca cermin

Cara membuat kaligrafi kaca yang dilakukan selanjutnya adalah menyusun bahan-bahan kaca sesuai pola sketsa.

Kertas sketsa berskala 1:1 tadi akan dibentangkan dan ditempelkan dengan selotip atau lem di meja. Barulah potongan-potongan kaca disusun dengan panduan kertas sketsa.

Jika kaligrafi kaca masjid ingin dibuat memakai teknik kaca inlay, maka potongan-potongan kaca cukup ditempelkan menggunakan lem khusus.

Jika menggunakan teknik kaca patri, bahan kaca berbagai warna yang sudah diproses tadi satu per satu akan diletakkan pada posisinya dan dibingkai menggunakan batangan timah atau kuningan. Pembingkaian ini penting supaya potongan kaca tidak bergeser.

Setelah semua potongan kaca berada di posisinya dan sudah diberi bingkai, rangka timah/kuningan tadi akan dipatri terlebih dahulu. Pematrian ini berfungsi supaya kaca patri lebih kuat dan tidak akan bergerak walaupun dipindahkan.

5. Melakukan Finishing

cara melukis kaca jendela masjid

Proses finishing adalah tahap terakhir dalam cara membuat kaligrafi kaca. Pengrajin akan melakukan pengecekan terakhir untuk melihat apakah masih ada bagian yang perlu diperbaiki.

Penggosokan dan pembersihan kaca juga penting untuk memastikan hasil karya yang akan dipajang sudah bersih dan mengilap. Bila ada bagian kaca yang buram dan perlu dibuat bening kembali, akan diolesi cairan cerium peroxide dan digosok dengan mata gerinda dari kain

Khusus untuk karya yang memakai teknik patri timah, pewarnaan rangka logam juga biasanya dilakukan di tahap finishing ini.

KESIMPULAN SINGKAT

Itulah tadi cara membuat kaligrafi kaca yang sering digunakan di workshop kami. Jika sudah membaca artikel-artikel kami, Anda mungkin mendapati kemiripan dengan artikel Cara Membuat Kaca Patri yang sudah diterbitkan sebelumnya.

Untuk artikel berikutnya, kami tidak lagi membahas kaca hias sebagai kaca jendela atau pintu. Seni kaca hias memiliki beragam media kerajinan, misalnya kap lampu, gelas, kotak perhiasan, dan media-media lainnya. Untuk itu kami akan menulis tentang CARA MEMBUAT HIASAN KACA.

Pembaca juga mencari:

  • Cara membuat Kaligrafi cermin

Leave a Comment