coconut oil palm minyak perbedaan
|

Minyak Kelapa vs Minyak Sawit, Mana yang Lebih Sehat?

Buat kita-kita yang sering berkegiatan di dapur pasti pernah berpikir, “Mana yang lebih sehat ya, pakai minyak sawit atau minyak kelapa?

Nah, artikel Gizigo kali ini akan membahas 2 jenis minyak yang sering kita gunakan: minyak kelapa sawit (Palm Oil) dan minyak kelapa (Coconut Oil).

Langsung aja kita cek apa perbedaannya dan bagaimana kandungannya, yuk!

Silakan klik tautan berwarna orange untuk langsung membaca bagian yang Anda cari:

Penggunaan minyak di Indonesia sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Seperti menggoreng lauk, dressing salad, memasak nasi box, sampai untuk perawatan tubuh. Misalnya untuk rambut dan kulit.
Produksi minyak pun terus meningkat dari tahun ketahun. Indonesia adalah salah satu penyuplai terbesarnya.

Apa Perbedaan Minyak Kelapa Sawit & Minyak Kelapa?

Minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati yang berasal dari pohon kelapa sawit. Sementara minyak kelapa adalah dibuat dari kelapa segar yang diambil minyaknya (kernel).

Untuk mengetahui perbedaan keduanya, seorang ahli yang melakukan konsultasi gizi akan melihat dulu nilai gizinya.

Perbandingan nilai gizi dalam satu sendok makan (14 gram) minyak kelapa sawit dan minyak kelapa kami jabarkan di tabel berikut:

Tabel Fakta Komposisi Kandungan Minyak Sawit vs Minyak Kelapa

 Minyak Kelapa SawitMinyak Kelapa
Kalori114120
Lemak14 gram14 gram
Lemak jenuh7 gram12 gram
Lemak Tak jenuh tunggal5 gram0,84 gram
Lemak Tak Jenuh Ganda1,5 gram0,252 gram
Vitamin E11% dari RDI 

Semua kalori minyak sawit berasal dari lemak. Kandungan asam lemak jenuh dan tak jenuh pada minyak kelapa sawit memiliki proporsi yang seimbang.

Minyak kelapa sawit didominasi asam lemak tak jenuh 60,3% dengan proporsi tertinggi asam oleat 39,8% sedangkan asam linoleat dan asam linolenat masing-masing 10,2% dan 0,3%.3

Selain itu, minyak kelapa sawit juga mengandung vitamin E dan Vitamin A yang lebih tinggi dibanding minyak lain, selain itu juga mengandung asam lemak esensial (oleat, linoleiat, linolenat) yang berperan penting sebagai antioksidan dan mencegah berbagai penyakit degeneratif pada manusia.

Sebaliknya, minyak kelapa proporsi lemak jenuh lebih mendominasi ketimbang lemak tidak jenuh. Nilai gizi minyak kelapa mengandung asam lemak jenuh sebanyak 91,60% dan sisanya asam lemak tak jenuh hanya 9,40%.1

coconut oil palm minyak perbedaan

Jadi Lebih Sehat Mana Minyak Sawit atau Minyak Kelapa?

Dari kandungan gizi tersebut, dapat dilihat perbedaan keduanya adalah proporsi jumlah lemak jenuh dan tidak jenuhnya.

Pada minyak kelapa lebih banyak mengandung lemak jenuh (lemak tanpa ikatan rangkap). Jadi minyak kelapa lebih stabil saat berada di suhu tinggi dan tidak mudah teroksidasi dibanding minyak kelapa sawit.

Sebagai hasilnya, minyak kelapa tidak mudah rusak dan menghitam ketika dipakai menggoreng.

Namun, tingginya kandungan lemak jenuh pada minyak kelapa ini jugalah yang menyebabkan resiko penumpukan lemak dalam tubuh jika dikonsumsi berlebihan.

Karin Michels, seorang professor di Harvard T.H. Chan School of Public Health menyatakan sesuatu yang menarik di videonya yang viral beberapa waktu lalu.

Minyak kelapa yang  selama 3 dekade ini diklaim sebagai minyak yang baik dikonsumsi ternyata minyak kelapa merupakan “pure poison” atau racun murni.

Kandungan lemak jenuh dalam satu sendok makan minyak kelapa sangat tinggi. Akibatnya, sangat berisiko meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) atau lebih dikenal sebagai kolesterol jahat dalam tubuh.

Kolesterol jahat ini lama kelamaan dapat mengendap dalam pembuluh darah dan berakibat terkena penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.

Di sisi lain, minyak kelapa sawit menerima banyak klaim berbahaya bagi kesehatan. Tapi sebenarnya, minyak ini memiliki banyak manfaat yang belum ketahui sebagian besar orang.

  • Minyak kelapa sawit ini tidak mengandung asam lemak trans (trans fat-free). Ini adalah jenis lemak jahat yang memiliki dampak buruk bagi tubuh.
  • Minyak sawit mengandung vitamin A dan E yang berperan sebagai antioksidan
  • Minyak sawit memiliki proporsi lemak jenuh dan tidak jenuh yang seimbang.

Namun, tetap saja jangan gunakan minyak sawit secara berlebihan.

Konsumsi berlebihan memicu penumpukan lemak. Efeknya menyebabkan obesitas dan penyakit kardiovaskular.

Selain itu, jika minyak dipanaskan terus menerus sampai suhu tinggi dan digunakan secara berulang, maka minyak akan teroksidasi menjadi gliserol dan asam lemak bebas.

Gliserol akan membentuk senyawa akrolein yang bersifat karsinogenik dan menyebabkan iritasi. Itulah mengapa kita sering merasa sakit tenggorokan setelah mengonsumsi minyak jelantah.

Kesimpulan

Kedua jenis minyak tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jika memilih menggunakan minyak kelapa sawit untuk memasak disarankan untuk mengganti minyak setelah 1-2 kali pakai.

Jika memilih minyak kelapa, maka disarankan menggunakan dengan porsi yang tidak berlebihan yakni  kurang dari 20 gram sehari (setara dengan maksimal 2 sendok makan perhari).

Alternatif lainnya adalah mencoba minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) yakni minyak kelapa murni yang diproses dan disaring lebih lama.

VCO diduga sedikit lebih baik karena mengurangi efek bahayanya dibanding minyak kelapa olahan, meski komposisi asam lemaknya mirip.

Walaupun makanan berminyak sering mendapat kesan jelek, tapi di sesi konsultasi diet kami selalu mengingatkan bahwa kedua minyak tersebut tetap dapat bermanfaat bagi kita. Misalnya untuk membantu pemenuhan lemak pada MPASI bayi.

Yang jelas, apapun yang kita pilih ada satu hal yang perlu diingat:

Sebisa mungkin batasi konsumsi minyak dan lemak dalam sehari. Apalagi jika Anda memiliki kebutuhan khusus, misalnya menderita penyakit asam lambung naik.

REFERENSI

  1. Karouw, S., Suparmo, P. Hastuti. dan T. Utami. 2013. Sintesis ester metil rantai medium dari minyak kelapa dengan cara metanolisis kimiawi. Agritech 33(2): 182-188.
  2. Rabin, Roni Caryn dan Sophie Egan. 2018. Is Coconut Oil Good or Bad for You? The New York Times.
  3. Sambanthamurthi, R., K. Sundram dan Y.A. Tan. 2000. Chemistry and biochemistry of palm oil. Progress in Lipid Research. 39: 507-558

Garin Megan Pangestika, S. Gz.

Megan menekuni passion-nya sebagai Nutrition Educator di Lebah Ceria Community sejak 2017. Selain menekuni usahanya di bidang kuliner dan fashion, Megan memiliki pengalaman sebagai Enumerator Researcher pada beberapa project penelitian.

Similar Posts

  • Buang Air Besar

    Salah satu diet yang sedang viral sempat memicu kontroversi mengenai BAB di kalangan umum. Nah, kali ini Gizigo akan membahas apakah proses buang air besar itu dan bagaimana posisinya di kesehatan kita. Pencernaan makanan pasti menghasilkan limbah, baik itu terdiri dari sisa metabolisme yang tidak untuk dicerna, maupun bakteri yang terkandung dalam makanan. Seperti limbah…

  • Manfaat Puasa Ramadhan

    Terkadang beberapa orang justru merasa semakin lemas dan tidak tercukupi energinya ketika berpuasa. Padahal menjalankan puasa dengan aktivitas serta pola makan yang tepat dapat meningkatkan kondisi kesehatan dalam tubuh. Bagaimana caranya? Dalam keadaan normal, tubuh kita memerlukan waktu sekitar 8 jam untuk dapat menyerap nutrisi dari makanan yang telah diproses. Jadi, dengan berpuasa tubuh dapat…

  • Diet Ekstrim

    Belakangan ini, diet dengan kalori yang sangat rendah atau Very Low-Calorie Diet tengah ramai diperbincangkan. Pasalnya, diet ini dipercaya dan telah dibuktikan banyak orang berhasil menurunkan berat badan.  Apa sih sebenarnya Very Low-Calorie Diet itu? Apakah secara ilmiah diet ini benar-benar tepat untuk menurunkan berat badan? Yuk cek pembahasan Gizigo di artikel ini! Pada awalnya,…

  • |

    Diet ala Mediterania – Bikin Sendiri Menu Sehatmu

    Bikin sendiri menu sehatmu dengan resep dari Gizigo di bawah ini! Berbagai studi ilmiah sudah sejak lama menjelaskan mengenai manfaat diet Mediterania untuk kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular. Diet Mediterania bukan merupakan diet spesifik tetapi merupakan kumpulan kebiasan makan secara tradisional yang dianut oleh penduduk di berbagai negara di sekitar laut Mediterania. Karakteristik dari…

  • |

    Diabetes Melitus

    Gizigo Artikel Jurnal Info Gizi Waspada Penyakit Diabetes Melitus Diabetes penyakit yang sering dikaitkan dengan yang manis-manis. Benarkah itu? Kontributor Ira Dwijayanti, S. Gz., M.S. Ira berpengalaman sebagai Quality Assurance dan Planner Supervisor di perusahaan multinasional. Bidang ilmu gizi digelutinya semenjak kuliah di Universitas Brawijaya dan Taipei Medical University. Perkembangan zaman cenderung memberikan perubahan yang besar…

  • Perbedaan Gizi dan Nutrisi

    Kebanyakan masyarakat menganggap kata “gizi” dan “nutrisi” sebagai hal yang sama. Penggunaannya  seringkali dibolak-bali, padahal kedua istilah tersebut adalah 2 hal yang berbeda. Sebenarnya apa sih perbedaan “gizi” dan “nutrisi”? Seiring dengan berkembangnya kemajuan di berbagai bidang, Indonesia memiliki tantangan salah satunya di bidang kesehatan. Kemudahan akses informasi pada berbagai sumber media informasi, seperti televisi,…