Perut Buncit
| |

Sindroma Metabolik

Buat kamu yang memiliki tubuh langsing tapi perut buncit, kamu perlu waspada. Bisa jadi itu adalah tanda sindroma metabolik.

Tubuh yang langsing tidak selalu berarti tubuhmu dalam keadaan sehat. Gizigo akan membahas alasannya di artikel ini!

Tubuh yang langsing namun memiliki perut buncit disebabkan oleh simpanan lemak yang banyak di daerah perut. Istilah lainnya adalah obesitas abdominal. Simpanan lemak tersebut dinamakan lemak visceral.

Masyarakat memang sering berpikir kalau perut buncit identik dengan tubuh yang tidak sehat. Misalnya mudah mengidap Diabetes, Hipertensi, atau Asam Lambung GERD.

Tapi sebenarnya sehat tidaknya tubuh tak hanya diukur dengan berat badan. Ada hal lain yang lebih penting yaitu komposisi tubuh.

Apa Itu Sindroma Metabolik?

Dalam ilmu kesehatan, suatu kondisi yang menunjukkan tubuhmu tidak sakit tetapi tidak juga sehat dinamakan dengan sindroma metabolik.
Sindroma metabolik, yang disebut juga dengan sindroma X atau sindroma resistensi insulin, merupakan kumpulan gejala yang mengakibatkan seseorang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami diabetes mellitus, atau penyakit jantung tipe 2, dibandingkan dengan orang sehat. 1
Sindroma Metabolik

Tubuh yang langsing namun memiliki perut buncit disebabkan oleh simpanan lemak yang banyak di daerah perut. Istilah lainnya adalah obesitas abdominal. Simpanan lemak tersebut dinamakan lemak visceral.

Sehat tidaknya tubuh tak hanya diukur dengan berat badan, tetapi ada hal lain yang lebih penting yaitu komposisi tubuh.

Sindroma metabolik merupakan penyebab kematian pada seperempat penduduk di dunia pada usia produktif antara usia 20 sampai dengan 60 tahun. 2

Kalau kita mengalami sindroma metabolik, besar kemungkinan kita memiliki risiko dua kali lipat untuk mengalami penyakit jantung. Serta kemungkinan lima kali lipat untuk mengalami penyakit diabetes mellitus dibandingkan dengan orang sehat. 3

Selain itu, sindroma metabolik juga meningkatkan faktor risiko kita untuk mengalami penyakit kanker hati, usus, rahim, dan payudara 4 serta menurunkan kecerdasan otak.5

Duh, serem banget dengernya.

Sekedar Info
Sindroma metabolik ini menyerang 33% penduduk di negara maju.

Ditambah lagi tingkat prevalensi pada wanita lebih tinggi (35.6%) dibandingkan dengan laki-laki (30.3%) pada orang dewasa. 2

Bagaimana Sindroma Metabolik di Indonesia?

Dalam sebuah penelitian di Jakarta dipaparkan bahwa prevalensi sindroma metabolik mencapai 28.4%. Dengan prevalensi pada kaum wanita lebih kecil (25.4%) dibandingkan dengan kaum laki-laki (30.4%).

Ciri yang bisa kamu tandai dari sindroma metabolik ini adalah lingkar perut. Kalau kamu laki-laki dengan lingkar perut lebih dari 90 cm, atau kamu perempuan dengan lingkar perut lebih dari 80 cm.

Kalau ditambah tanda-tanda biokimia pendukungnya, berarti kamu positif mengalami sindroma metabolik. Tanda-tanda yang kamu perlu amati adalah kadar trigliserida darah ≥ 150 mg/dL, kadar kolesterol HDL (high density lipoprotein) < 50 mg/dL, tekanan darah ≥ 130/≥ 85 mmHg, dan kadar gula darah puasa > 100 mg/dL. 6

Referensi

  1. Yamaoka K, Tango T. Effects of lifestyle modification on metabolic syndrome: a systematic review and meta-analysis. BMC medicine. 2012;10(1):1.
  2. Aguilar M, Bhuket T, Torres S, Liu B, Wong RJ. Prevalence of the metabolic syndrome in the United States, 2003-2012. Jama. 2015;313(19):1973-4.
  3. Kassi E, Pervanidou P, Kaltsas G, Chrousos G. Metabolic syndrome: definitions and controversies. BMC medicine. 2011;9:48.
  4. Esposito K, Chiodini P, Colao A, Lenzi A, Giugliano D. Metabolic syndrome and risk of cancer: a systematic review and meta-analysis. Diabetes care. 2012;35(11):2402-11.
  5. Yates KF, Sweat V, Yau PL, Turchiano MM, Convit A. Impact of metabolic syndrome on cognition and brain: a selected review of the literature. Arteriosclerosis, thrombosis, and vascular biology. 2012;32(9):2060-7.
  6. Expert Panel on Detection E, Treatment of High Blood Cholesterol in A. Executive Summary of The Third Report of The National Cholesterol Education Program (NCEP) Expert Panel on Detection, Evaluation, And Treatment of High Blood Cholesterol In Adults (Adult Treatment Panel III). Jama. 2001;285(19):2486-97.

Foto Fasty Arum Utami
Kontributor

Fasty Arum Utami, S. Gz., M.S.

Fasty merupakan ahli gizi dan auditor makanan di berbagai instansi di Indonesia, di sela-sela kesibukannya ia menulis buku best seller MPASI Gizi Tepat (2018) dan buku Kandungan Zat Gizi Makanan Khas Yogyakarta (2014). 

Similar Posts

  • |

    Ahli Gizi Itu Siapa Sih?

    Kenalan lebih dekat dengan profesi Ahli Gizi, yuk! Ketika Anda ingin mengetahui lebih detail mengenai kandungan sebuah makanan, pola makan yang sehat dan berbagai hal yang berkaitan dengan pola konsumsi, bertanyalah kepada ahli gizi. Ahli gizi berbeda dengan dokter. Ahli gizi merupakan tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi di bidang pelayanan gizi, makanan dan dietetik. Ahli…

  • |

    Bagaimana Memenuhi Kebutuhan Gizi Selama #diRumahAja?

    Jangan sampai yang kita makan malah mencapai keseimbangan positif, di mana yang kita konsumsi itu lebih banyak daripada yang kita keluarkan.Terlebih kalau selama di rumah aja, kita makan terus, kadang sambil ngemil.  Lalu, makanan di rumah itu baiknya seperti apa? Bagaimana cara untuk meningkatkan imunitas tubuh kita selama pandemi? Nah, artikel Gizigo kali ini akan…

  • Kenapa Minyak Goreng bisa Bau Tengik

    Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat menggoreng adalah apakah minyaknya masih layak digunakan atau tidak. Misalnya sudah berapa kali minyak dipakai menggoreng, apakah baunya sudah tengik atau belum, dan ciri-ciri lainnya. Gizigo akan membahas lebih lanjut mengenai bagaimana minyak bisa berbau tengik. Yuk simak penjelasannya di artikel ini! Minyak goreng merupakan lemak yang diperlukan…

  • Menjaga Pola Makan saat Lebaran

    Setelah membahas tentang cara menjaga pola makan saat puasa, kali ini Gizigo akan membahas mengenai bagaimana sih cara menjaga pola makan yang tepat ketika Lebaran. Yuk simak penjelasannya! Hari raya Idulfitri atau yang biasa kita kenal dengan istilah Lebaran merupakan momen spesial bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, yaitu umat muslim, setelah melaksanakan ibadah puasa selama…

  • Asam Lemak

    Kalian pernah mendengar tentang “asam lemak” dalam kehidupan sehari-hari. Tapi jangan sampai salah, asam lemak berbeda dengan lemak, lho! Pada artikel ini, Gizigo akan membahas mengenai apa itu asam lemak, serta apa saja jenis dan contohnya pada makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Silakan klik tautan berwarna orange untuk langsung membaca bagian yang Anda cari:…

  • |

    Diabetes Melitus

    Gizigo Artikel Jurnal Info Gizi Waspada Penyakit Diabetes Melitus Diabetes penyakit yang sering dikaitkan dengan yang manis-manis. Benarkah itu? Kontributor Ira Dwijayanti, S. Gz., M.S. Ira berpengalaman sebagai Quality Assurance dan Planner Supervisor di perusahaan multinasional. Bidang ilmu gizi digelutinya semenjak kuliah di Universitas Brawijaya dan Taipei Medical University. Perkembangan zaman cenderung memberikan perubahan yang besar…