|

Pola Konsumsi Fast food & Instant food Yang Baik

Apa benar fast food & instant food tidak sehat? Atau sebenarnya kamu tetap bisa sehat walaupun suka makan tersebut?

Yuk kita temukan jawabannya bersama Gizigo di artikel ini.

Nggak cuma sering diutarakan, isu yang satu ini pasti sudah tertanam dalam pikiran masyarakat:
Bahaya konsumsi fast food dan instant food.

Jenis makanan ini seringkali dilarang untuk banyak kalangan artis, atlet maupun masyarakat. Terutama jika sedang membentuk tubuh.

Kenapa bisa begitu?
Toh, ayamnya digoreng dengan cara yang sama. Burger juga berisi berbagai macam sayuran dan daging di dalamnya.
Lalu, apa yang salah dengan makanan ini? Alasan apa yang mendasari makanan ini dilabeli makanan berbahaya, terutama bagi kesehatan kita?

Nah, sebelum baca lebih lanjut, kita samakan dulu persepsi tentang fast food dan instant food yuk!

Apa Itu Fast Food

Fast food adalah makanan yang bisa disajikan hanya dengan memanaskannya. Jadi restoran tidak butuh waktu yang lama untuk menyiapkannya.
Contohnya fried chicken, pizza, burger, gorengan, dan lain-lain.

Saat ini, sebagian dari orang yang mengkonsumsi makanan ini adalah para remaja sekolah. Waktu makan siang mereka habiskan dengan memesan fast food melalui aplikasi online yang sedang tren saat ini.

Sekedar tahu ya, sebenarnya kebiasaan memesan makanan lewat aplikasi tidak selalu bermanfaat baik lho untuk kamu!
Orang lain setidaknya melakukan sedikit aktivitas saat ingin makan. Misalnya berjalan ke warung makan dekat kantor. Sementara itu, kita hanya rebahan dan mengandalkan handphone supaya makanan diantarkan kepada kita.
Kebiasaan seperti ini bisa berkontribusi pada memburuhknya kesehatan tubuhmu.

Apa Itu Instant Food

Lalu, apa bedanya fast food tadi dengan instant food?

Instant food merupakan produk makanan yang sudah dikemas sehingga sangat mudah penyajiannya.

Ciri khasnya adalah cara penyajian. Umumnya cukup diberi atau dimasak dengan air panas selama 3-5 menit.

Contoh jenis makanan ini adalah mie instant, bubur instant, dan lain sebagainya.Banyak orang yang mengkonsumsi makanan ini berstatus mahasiswa, remaja sekolah, atau orang-orang yang sedang nge-kost.
Keterbatasan alat dan bahan makanan biasanya membuat instant food menjadi pilihan utama dan menghindari memasak makanan sendiri.

Terkadang karena terbiasa mengonsumsi instant food, saat mampir di warung makan maka yang ia pesan tetap saja mie instant.

Sungguh memprihatinkan, kan?

Kebiasaan makan seperti ini kurang baik, dan tentunya bisa mempengaruhi kesehatan kita.

Nah, kalau begitu pertanyaan selanjutnya nih:

Apa Restoran Padang termasuk Fast Food?

Jawabannya yang benar adalah “Bukan fast food”.Walaupun makanan di restoran Padang disajikan secara cepat, tapi makanan-makanan itu perlu waktu lama untuk memasaknya lho. Makanan yang tersaji sudah dimasak sebelumnya dan tinggal dihidangkan saja.

Hal ini berlaku juga untuk warung makan lain yang menyediakan banyak menu tapi sudah dimasak sebelumnya. Kamu tinggal mendatanginya lalu memilih menu yang diinginkan. Warung makan seperti ini sering disebut warteg.

Begitu pula dengan warung-warung sejenis lainnya ataupun usaha catering yang menyiapkan makanan prasmanan.

Yuk, sekarang kita balik lagi ke bahasan awal.

Apa Penyebab Fast Food & Instant Food Dicap “Makanan Tidak Menyehatkan”?

Jawabannya adalah kurangnya nutrisi.

Sebagian besar fast food memiliki kalori yang tinggi. Apalagi Instant food juga mengandung garam/gula yang tinggi. Kedua makanan tersebut cuma mengandung sedikit nutrisi lain jika dibandingkan dengan kadar kalorinya.

Tubuh kita tidak hanya membutuhkan karbohidrat dan lemak (sebagai sumber energi). Vitamin dan mineral lain juga diperlukan oleh tubuh. Misalnya untuk mengubah karbohidrat dan lemak tadi menjadi energi yang bisa diserap tubuh. Dari situlah kita mendapat tenaga untuk melakukan berbagai aktivitas kita. 2 

Apa Benar Fast Food Tidak Sehat?

Fast food dan instant food bisa menjadi makanan yang sehat lho, asalkan kita dapat mengatur pola makan dengan baik.

Kalau kamu konsultasi gizi ke ahlinya, konsumsi kedua makanan itu tetap diperbolehkan. Tapi ada syaratnya, lho!

Bagaimana sih cara hidup sehat dengan tetap mengonsumsi Fast food dan instant food?

  • Mengurangi jumlah dan frekuensi makan fast food. Ada studi yang meneliti soal ini lho! Lebih lengkapnya bisa kamu baca di bawah.
  • Menambah sayur dan buah-buahan. Bukankah akan terasa lebih sehat dan lezat jika kamu tetap melengkapi vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh?
  • Melakukan aktivitas fisik. Misalnya berjalan untuk membeli makanan, bukan memesannya melalui aplikasi online.

Bagaimana frekuensi dan jumlah konsumsi fast food dan instant food yang baik?

Yuk kita perhatikan gambar di bawah ini:

Penelitian ini dilakukan oleh Nada Rahmi (2016), lulusan ilmu gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan mengamati perilaku remaja putri SMA dan menggunakan uji Mann Whitne.

Ternyata gizi buruk bisa dihindari jika frekuensi makan fast food dibatasi 1-3x sebulan (sangat jarang) dengan jumlah kalori yang dikonsumsi yang sedikit atau kurang dari 244 kkal/hari.

Di zaman modern ini, jumlah kalori suatu makanan bisa diketahui melalui berbagai aplikasi yang dapat diunduh gratis melalui smartphone kita. 1 

Apa Dampak Konsumsi Fast Food dan Instant Food yang Berlebihan?

Seperti yang sudah sering terjadi bahwa hal tersebut merupakan salah satu faktor timbulnya penyakit seperti: 2 

  • Gizi lebih/overweight,
  • Obesitas,
  • Penyakit jantung,
  • Menyebabkan kolesterol tinggi,
  • dan dampak-dampak lainnya.

Nah, teman-teman jangan lupa untuk menjaga pola makan kita ya, agar tubuh tetap sehat.

Lebih berhati-hati juga jika kita memang menderita penyakit yang hubungannya dengan pencernaan. Makanan untuk penderita GERD, hipertensi dan penyakit-penyakit lain perlu diperhatikan dengan lebih seksama dibanding orang yang sehat.

Referensi

  1. Rahmi, N. (2016). PERBEDAAN POLA KONSUMSI FAST FOOD DAN SOFT DRINK PADA REMAJA PUTRI OVERWEIGHT DAN NON OVERWEIGHT DI SMA ASSALAM SURAKARTA. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  2. Suswanti, I. (2012). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Makanan Cepat Saji Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.


Kontributor

Aisyah Rahmah

Foto Fasty Arum Utami
Ditinjau oleh

Fasty Arum Utami, S. Gz., M.S.

Fasty merupakan ahli gizi dan auditor makanan di berbagai instansi di Indonesia, di sela-sela kesibukannya ia menulis buku best seller MPASI Gizi Tepat (2018) dan buku Kandungan Zat Gizi Makanan Khas Yogyakarta (2014). 

Similar Posts

  • Minyak Kelapa vs Minyak Zaitun Mana yang Lebih Sehat

    Ada banyak sekali jenis minyak yang dapat digunakan memasak ataupun ditambahkan sebagai bahan campuran suatu masakan, contohnya seperti minyak zaitun (olive oil) dan minyak kelapa (coconut oil). Yuk langsung kita cek bagaimana perbedaannya! Seperti yang sudah kita ketahui, minyak goreng menjadi salah satu bahan penting yang digunakan dalam proses pengolahan makanan atau penggorengan. Penggunannya sulit…

  • | |

    Sindroma Metabolik

    Buat kamu yang memiliki tubuh langsing tapi perut buncit, kamu perlu waspada. Bisa jadi itu adalah tanda sindroma metabolik. Tubuh yang langsing tidak selalu berarti tubuhmu dalam keadaan sehat. Gizigo akan membahas alasannya di artikel ini! Tubuh yang langsing namun memiliki perut buncit disebabkan oleh simpanan lemak yang banyak di daerah perut. Istilah lainnya adalah…

  • Diet Ekstrim

    Belakangan ini, diet dengan kalori yang sangat rendah atau Very Low-Calorie Diet tengah ramai diperbincangkan. Pasalnya, diet ini dipercaya dan telah dibuktikan banyak orang berhasil menurunkan berat badan.  Apa sih sebenarnya Very Low-Calorie Diet itu? Apakah secara ilmiah diet ini benar-benar tepat untuk menurunkan berat badan? Yuk cek pembahasan Gizigo di artikel ini! Pada awalnya,…

  • |

    Diabetes Melitus

    Gizigo Artikel Jurnal Info Gizi Waspada Penyakit Diabetes Melitus Diabetes penyakit yang sering dikaitkan dengan yang manis-manis. Benarkah itu? Kontributor Ira Dwijayanti, S. Gz., M.S. Ira berpengalaman sebagai Quality Assurance dan Planner Supervisor di perusahaan multinasional. Bidang ilmu gizi digelutinya semenjak kuliah di Universitas Brawijaya dan Taipei Medical University. Perkembangan zaman cenderung memberikan perubahan yang besar…

  • |

    Hipertensi

    Penyakit darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang sangat sering terdengar di kalangan masyarakat. Tak jarang penyakit ini akan mengakibatkan tubuh kita tidak dapat beraktivitas dengan normal. Indonesia saat ini sedang mengalami polemik kesehatan dalam ruang lingkup triple burden diseases (tiga beban penyakit) yaitu penyakit menular, penyakit tidak menular dan penyakit yang pernah menghilang namun…

  • |

    Inspirasi Menu Sehat Selama Puasa

    Selama puasa, ingin tetap konsumsi menu sehat?Temukan di artikel Gizigo kali ini, inspirasi menu yang bisa Anda aplikasikan di dapur,dengan bahan-bahan yang mudah didapat. Beberok Sayur Khas Lombok (untuk 2 porsi) Bahan   Cara Pengolahan Nilai Gizi per Resep Keterangan Bakwan Sayur Sosis (untuk 5 porsi) Bahan   Cara Pengolahan Nilai Gizi per Resep Es Susu…